Situs Poker Online Terpercaya

Judi Togel Online Indonesia

Judi Bola Indonesia

Jumat, 26 Juni 2020

Agen 303 - Dipetik dari Laga Chelsea vs Manchester City

Agen 303  - Liverpool baru saja dinyatakan sebagai juara Premier League musim 2019/20. Pencapaian tersebut didapatkan setelah pesaing terdekatnya, Manchester City, menelan kekalahan atas Chelsea pada hari Jumat (26/6/2020).

Pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge tersebut berjalan dengan sengit. Chelsea berhasil mendapatkan gol pertamanya lewat Christian Pulisic pada menit ke-36. City sukses membalas di menit ke-55 berkat Kevin De Bruyne, Seperti yang dilansir oleh Agen 303

Pada menit ke-77, Fernandinho melakukan pelanggaran di kotak terlarang dan menghasilkan kartu merah. Chelsea yang diberikan hadiah penalti tidak menyia-nyiakan peluang, dan mencetak gol lewat eksekusi Willian.

Ada lima poin penting yang bisa disimak dari laga sengit antara kedua tim bertitah 'big six' ini. Informasi dari Sportskeeda bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

Guardiola kerap disebut sebagai otak dari skema tiki-taka; sebuah gaya bermain elegan yang memanfaatkan penguasaan bola dan operan pendek untuk mengalahkan lawan.

Pria asal Spanyol itu menciptakan tiki-taka saat masih menukangi Barcelona. Dan Manchester City, kala bertemu Chelsea, menunjukkan gambaran tiki-taka walau tidak seluwes milik Barcelona.

Skema ini melibatkan empat pemain. Kevin De Bruyne, Ilkay Gundogan, Rodri, dan Benjamin Mendy cukup sering terlihat melakukan operan satu-dua selama permainan berlangsung.

Pemandangan tiki-taka yang paling jelas terlihat di babak kedua. Ederson memulai serangan balik, di mana bola sampai ke kaki De Bruyne, Riyad Mahrez, lalu diakhiri Raheem Sterling. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang.

Kedua tim diyakini akan mencetak banyak gol mengingat talenta yang dimiliki oleh barisan strikernya. Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling dari Manchester City dan Olivier Giroud serta Christian Pulisic di kubu Chelsea.

Namun pada akhirnya, harapan penonton tidak terpenuhi dengan baik. Sebab dua gol pertama pada pertandingan ini dihasilkan dari kesalahan lini belakang masing-masing tim.

Pertama, miskomunikasi antara Gundogan dan Mendy dalam situasi sepak pojok membuat Pulisic berhasil melesakkan bola ke gawang. Sementara De Bruyne mencetak gol lewat tendangan bebas setelah Mahrez dilanggar N'Golo Kante.

Chelsea sadar bahwa menandingi Manchester City dalam hal penguasaan bola bukan perbuatan yang bijak. Sebab dengan begitu, the Citizens akan menemui banyak ruang untuk melakukan serangan balik yang cepat.

Jadi, pasukan Frank Lampard tersebut memilih bertahan di wilayahnya sendiri dan tidak memberikan ruang kepada the Citizens. Dan mereka memanfaatkan setiap kesempatan kala memegang bola.

Bahkan sebelum Pulisic mencetak gol, Chelsea memiliki torehan tembakan tepa sasaran yang lebih baik. Pada babak kedua, pertahanan the Blues menjadi semakin disiplin dan meningkatkan kesadaran di sepertiga akhir lapangan.

Manchester City bertandang ke markas Chelsea tanpa sosok penyerang murni. Seperti yang diketahui, Sergio Aguero harus absen lantaran mengalami cedera. Alhasil, Guardiola terpaksa mengandalkan kreativitas pemainnya.

Guardiola memainkan Bernardo Silva sebagai false 9, namun gagal dilakukan dengan baik oleh penggawa asal Portugal itu. Manchester City memang unggul secara penguasaan bola di sepanjang permainan.

Namun kreativitas yang berlimpah tidak dibarengi oleh kehadiran seorang pencetak gol handal di lini depan. Dan pada akhirnya, semuanya jadi sia-sia.
Christian Pulisic adalah penampil terbaik Chelsea pada pertandingan tersebut. Ia memberikan ancaman terus menerus ke wilayah pertahanan Manchester City selama permainan.

Jika bukan karena Kyle Walker yang berhasil menyapu bola dari garis gawang, Pulisic bisa mencatatkan brace dalam laga kali ini. Jika terus seperti ini, bukan tidak mungkin kalau Pulisic akan menjadi penerus Eden Hazard yang sesungguhnya.

Ia tidak menjalani awalan yang menyenangkan di Chelsea. Namun, torehan tujuh gol dan dua assist dari 18 kali penampilan bukanlah angka yang buruk. Terlebih jika mengingat bahwa ini adalah musim perdana Pulisic di Premier League.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar